Cinta Dalam Kotak Kardus Bekas

 

“Telah begitu lama aku merasa bahwa dunia sekitarku sudah ditelan oleh keserakahan arus egoisme.”Demikian seorang teman yang bekerja di toko seven eleven di samping gerejaku memulai kisahnya. “Telah lama saya merasa bahwa hati manusia kini telah berubah dingin dan beku. Tapi sebuah peristiwa yang terjadi beberapa tahun kemarin telah membuktikan bahwa pandanganku di atas adalah kesimpulan yang salah.”

“Saat itu sebagaimana biasanya, aku sibuk seharian melayani setiap orang yang datang ke toko ini. Tak terasa sudah pukul 1.30 pagi hari. Ketika saya hendak menutup toko untuk kembali, terdengar bell otomatik berdering. Tanpa mengangkat muka, dalam hati aku mengumpat; “Huh…dasar kelelawar dan kucing malam. Sudah jam begini tak pulang ke rumah tapi berkeliaran sepanjang malam.¡¦ Namun ketika aku mengangkat wajahku, kudapati seorang gadis cilik kira-kira berumur 15 tahun. Kedua tangannya mengangkat selembar kertas tertulis; “Aku tak dapat berbicara. Bolehkah engkau membantu aku?” Continue reading “Cinta Dalam Kotak Kardus Bekas”

Orang Tuaku

 

Pukul 03.00 pagi aku dibangunkan suara derit pintu depan yang terbuka, rumah kami kecil dan berdinding kayu yang sederhana tidak akan dapat menyembunyikan suara derit pintu manapun yang dibuka. Aku juga mendengar desir rantai dan roda motor butut kami yang didorong melewati depan pintu kamarku keluar ke halaman lalu suara pintu depan ditutup dan dikunci, aku mendengar derit pelan pintu pagar kawat seadanya yang dipasang ayah untuk mencegah kambing masuk ke halaman dan memakan tanaman-tanaman milik ibu. Aku tahu motor itu dituntun menjauh dari rumah kami lalu batuk-batuk pelan ketika dinyalakan sebelum mengeluarkan suara raungan kasar yang sayup-sayup ku dengar sebelum semuanya kembali sunyi seolah tidak pernah terjadi apapun.

Aku tidak lagi bisa memejamkan mata, bayangan ibu dan ayahku yang sudah tak muda lagi menembus kabut pagi buta yang dingin dengan motor butut yang bisa mogok kapan saja menuju pasar induk untuk membeli beberapa barang yang bisa dijual lagi terus muncul dalam pikiranku. Aku melihat kedua adikku tertidur lelap dalam damai, mereka belum menyadari bagaimana beratnya hidup kami. Kami bukan orang miskin, ayahku menolak untuk dikatakan miskin. “Jika kita mengatakan kita miskin, berarti kita tidak mensyukuri apa yang kita punya. Kitakan punya rumah, tidak kekurangan makanan dan kalian masih bisa sekolah, masih banyak lagi yang lebih kekurangan dari pada kita” kata ayahku selalu. Continue reading “Orang Tuaku”

Shi Sang Chi You Mama Hau (Di Dunia Ini Hanya Ibu Seorang Yang Baik)

Alkisah, ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Sang pria berasal dari keluarga kaya, dan merupakan orang yang terpandang di kota tersebut. Sedangkan sang wanita adalah seorang yatim piatu, hidup serba kekurangan, tetapi cantik, lemah lembut, dan baik hati.

Kelebihan inilah yang membuat sang pria jatuh hati. Sang wanita hamil di luar nikah. Sang pria lalu mengajaknya menikah, dengan membawa sang wanita ke rumahnya. Seperti yang sudah mereka duga, orang tua sang pria tidak menyukai wanita tsb. Sebagai orang yang terpandang di kota tsb, latar belakang wanita tsb akan merusak reputasi keluarga. Sebaliknya, mereka bahkan telah mencarikan jodoh yang sepadan untuk anaknya. Sang pria berusaha menyakinkan orang tuanya, bahwa ia sudah menetapkan keputusannya, apapun resikonya bagi dia.

Sang wanita merasa tak berdaya, tetapi sang pria menyakinkan wanita tsb bahwa tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Sang pria terus berargumen dengan orang tuanya, bahkan membantah perkataan orangtuanya, sesuatu yang belum pernah dilakukannya selama hidupnya (di zaman dulu, umumnya seorang anak sangat tunduk pada orang tuanya).

Sebulan telah berlalu, sang pria gagal untuk membujuk orang tuanya agar menerima calon istrinya. Sang orang tua juga stress karena gagal membujuk anak satu-satunya, agar berpisah dengan wanita tsb, yang menurut mereka akan sangat merugikan masa depannya.

Sang pria akhirnya menetapkan pilihan untuk kawin lari. Ia memutuskan untuk meninggalkan semuanya demi sang kekasih. Waktu keberangkatan pun ditetapkan, tetapi rupanya rencana ini diketahui oleh orang tua sang pria. Maka ketika saatnya tiba, sang ortu mengunci anaknya di dalam kamar dan dijaga ketat oleh para bawahan di rumahnya yang besar.

Sebagai gantinya, kedua orang tua datang ke tempat yang telah ditentukan sepasang kekasih tsb untuk melarikan diri. Sang wanita sangat terkejut dengan kedatangan ayah dan ibu sang pria. Mereka kemudian memohon pengertian dari sang wanita, agar meninggalkan anak mereka satu-satunya. Menurut mereka, dengan perbedaan status sosial yang sangat besar, perkawinan mereka hanya akan menjadi gunjingan seluruh penduduk kota, reputasi anaknya akan tercemar, orang-orang tidak akan menghormatinya lagi. Akibatnya, bisnis yang akan diwariskan kepada anak mereka akan bangkrut secara perlahan-lahan.

Mereka bahkan memberikan uang dalam jumlah banyak, dengan permohonan agar wanita tsb meninggalkan kota ini, tidak bertemu dengan anaknya lagi, dan menggugurkan kandungannya. Uang tsb dapat digunakan untuk membiayai hidupnya di tempat lain.

Sang wanita menangis tersedu-sedu. Dalam hati kecilnya, ia sadar bahwa perbedaan status sosial yang sangat jauh, akan menimbulkan banyak kesulitan bagi kekasihnya. Akhirnya, ia setuju untuk meninggalkan kota ini, tetapi menolak untuk menerima uang tsb. Ia mencintai sang pria, bukan uangnya. Walaupun ia sepenuhnya sadar, jalan hidupnya ke depan akan sangat sulit.

Ibu sang pria kembali memohon kepada wanita tsb untuk meninggalkan sepucuk surat kepada mereka, yang menyatakan bahwa ia memilih berpisah dengan sang pria. Ibu sang pria kuatir anaknya akan terus mencari kekasihnya, dan tidak mau meneruskan usaha orang tuanya. “Walaupun ia kelak bukan suamimu, bukankah Anda ingin melihatnya sebagai seseorang yang berhasil? Ini adalah untuk kebaikan kalian berdua”, kata sang ibu.

Dengan berat hati, sang wanita menulis surat . Ia menjelaskan bahwa ia sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan sang pria. Ia sadar bahwa keberadaannya hanya akan merugikan sang pria. Ia minta maaf karena telah melanggar janji setia mereka berdua, bahwa mereka akan selalu bersama dalam menghadapi penolakan-penolakan akibat perbedaan status sosial mereka. Ia tidak kuat lagi menahan penderitaan ini, dan memutuskan untuk berpisah. Tetesan air mata sang wanita tampak membasahi surat tersebut.

Sang wanita yang malang tsb tampak tidak punya pilihan lain. Ia terjebak antara moral dan cintanya. Sang wanita segera meninggalkan kota itu, sendirian. Ia menuju sebuah desa yang lebih terpencil. Disana, ia bertekad untuk melahirkan dan membesarkan anaknya. Continue reading “Shi Sang Chi You Mama Hau (Di Dunia Ini Hanya Ibu Seorang Yang Baik)”

Hey..that’s life bro&sis.. Just try to enjoy it.. :)

 

Ketika hidup selalu dipenuhi dengan masalah,

Cobaan yg datang silih berganti,

Membebani pikiran dan membuat hati menjadi resah,

Hingga tiba disatu titik dimana diri tak sanggup lagi bertahan,

Mungkin seseorang kan datang dan menepuk bahumu serta berkata…

” Hey.. that’s life bro&sis.. tak selamanya indah dan menyenangkan, tak selamanya sesuai dengan keinginan, tak selamanya bisa membuatmu tersenyum.

Just try to enjoy it, eventhough it’s hard, selagi masih tersisa waktu tuk kita menikmatinya. Karena bila telah tiba saatnya nanti, kita hanya bisa diam menunggu datangnya penghakiman.”

The best u can do is to be best u can be.Don’t give up n keep on trying!!

Fighting!! Fighting!!

Perenunganku

Duduk ku termenung ditengah malam yang hening.
Sejenak pikiranku menerawang tentang cobaan-cobaan dalam hidup ini.
Dalam pergaulan sehari-hari..
Dalam percintaan..
Dan dalam keluarga..
Sempat ku ingin berteriak keras dan lantang padaNYA..
Tapi….
Kembali ku rebah dalam renungku.
Dosaku padaNYA lebih besar dari cobaanNYA padaku..
KasihNYA padaku lebih besar dari kasihku padaNYA..
Semua nikmat dan anugerah yang diberikanNYA padaku lebih besar dari pengabdianku padaNYA.
Walaupun aku berlumur dosa..
IA tetap menjamah jiwaku.
Walaupun aku menjauh dariNYA..
IA tetap merangkulku tuk kembali kepadaNYA.
Aku hanya mampu mengucap syukur kepadaMU karena ENGKAU masih bersabar pada hambaMU ini.
Terima kasih ya Tuhanku…
Terima kasih Tuhan

Pilihan Hidup

Hidup selalu penuh dengan pilihan..
Kita takkan pernah tau mana yang terbaik untuk kita.
Hanya bisa memilih menurut kata hati dan berharap padaNYA semoga apa yang kita pilih membawa kebaikan dalam hidup.
Bila pun salah dalam memilih..
Setidaknya itu memberikan pengalaman dan membawa perubahan dalam hidup kita.
Menjadikannya pelecut semangat hidup dan bukannya penghancur dan penghambat hidup.
Walaupun pahit terasa pada awalnya tapi..
Yakinlah bahwa itu akan menjadi manis dan indah pada akhirnya.
Percayalah padaNYA..
Berserahlah padaNYA..
Karena apa yang terbaik menurutNYA adalah yang terbaik untuk kita.
That’s for sure!!

Kesempurnaan

Bila hidup hanya untuk mencari dan mengejar kesempurnaan maka akan tersia-siakanlah hidup itu karena takkan pernah ada yang sempurna di dunia ini.
Syukurilah apa yang didapat saat ini walaupun mungkin dunia berkata tidak sempurna.
Rawatlah..
Jagalah..
Dan buatlah menjadi sempurna..
Karena niscaya itu akan terasa lebih sempurna daripada kesempurnaan itu sendiri.